Senin, 21 Agustus 2023

Pertemuan 1

Sejarah Singkat Farmasi

Pada zaman dahulu manusia masih hidup nomaden yaitu hidup secara berpindah-pindah sehingga membuat meraka sangat rentan terkena penyakit. Namun, pada zaman tersebut mereka mempercayai bahwa penyakit merupakan kutukan dari dewa atau adanya roh jahat yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga biasanya untuk mendapatkan penyembuhan mereka menggunakan mantra-mantra sebagai obat penangkal dari penyakit. Akan tetapi, semua ketidaktahuan tersebut telah di putuskan oleh Hippocrates (370-450 SM) yaitu seorang dokter yunani yang menekuni bidang farmasi dan kedokteran secara ilmiah, ia membuat sebuah sistematika dalam pengobatan serta menyusun uraian tentang berbagai jenis obat. Beberapa tahun kemudian setelah Hippocrates menyampaikan karyanya tersebut lahirlah seorang dokter ahli botani, yaitu Dioscoride (abad ke-1 M). Ia adalah seorang yang menekuni ilmu tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan dan selanjutnya mengembangkan ilmu farmakolognis. Terdapat satu lagi nih yang ngga kalah penting dalam asal muasal farmasi, yaitu Galen (120-130 M) ia adalah seorang dokter dan ahli farmasi yang menciptakan sebuah sistem pengobatan,fisiologi,patologi serta merumuskan banyak kaidah. Karena banyaknya hasil karya yang dimiliki oleh Galen dalam uraiannya mengenai obat, segala ide dan seluruh temuannya tersebut dikenal dengan farmasi galenik. 

Namun, seiring berjalannya waktu penyakit yang ditemukan semakin unik dan susah untuk disembuhkan. Sehingga meningkatnya kebutuhan berbagai jenis obat-obatan dan menyebabkan semakin rumitnya ilmu mengenai obat dan penanganannya secara aman. Sehingga pada tahun 1240 Raja Jerman Frederick II secara resmi memisahkan ilmu farmasi dari kedokteran. Dan pada akhirnya dikenal sebagai ilmu farmasi dan ilmu kedokteran.

13 komentar:

  1. Apakah Hippocrates selama masa membuat sistematika pengobatan tersebut mengalami kejenuhan atau kesusahan dan bagaimana cara Hippocrates menangani masalah tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pendapat saya, sebagai manusia biasa Hippocrates pasti mengalami masa kejenuhan dalam membuat sistematika dalam pengobatan dan pasti ia juga mengalami kesusahan. Apalagi pada zaman itu, belum ada referensi dari manapun dan tidak seperti sekarang.

      Hapus
    2. Saya rasa Hippocrates mengalami kesusahan pada awal memulai menyusun berbagai jenis obat. Namun, saya rasa beliau menggunakan 'Papyrus Eber' sebagai acuannya dalam menyusun berbabagai jenis obat-obatan. Sehingga ia dapat menyelesaikannya dengan baik.

      Hapus
    3. Bagi saya yg baru saja terjun di dunia kesehatan sebagai mahasiswa farmasi, saya yakin bahwa saat itu Hippocrates merasa kesulitan dan mungkin sesekali merasa jenuh karena keterbatasan teknologi untuk menyusun sistematika obat yang jumlahnya sangat banyak. Namun dengan kejeniusan dan kegigihan Hippocrates sebagai seorang dokter yang juga sebagai tokoh farmasi, akhirnya ia dapat mengelompokkan obat-obatan berdasarkan kegunaan dan khasiat obat tersebut terhadap para pasien-pasien yg telah diobati oleh Hippocrates sendiri.

      Hapus
  2. Diketahui orang sumeria telah menggunakan obat sekitar 3000 tahun sm dibuktikan dengan penemuan tablet sumeria dari abad ke-3sm. mengapa pada saat jaman purba tersebut manusia membentuk obat ke dalam tablet?mengapa tidak dibuat dengan bentuk cair yang mudah diminum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, karena bentuk obat dalam bentuk tablet ini mempunyai banyak keuntungannya dibandingkan bentuk sediaan lain, seperti pemakaiannya yang mudah, bentuknya kering sehingga relatif lebih stabil, praktis dalam penyimpanan.

      Hapus
    2. Pada zaman kuno seperti zaman Sumeria sekitar 3000 tahun SM, teknologi pembuatan obat masih sangat terbatas. Penemuan tablet sumeria yang berisi resep obat adalah salah satu contoh cara orang pada masa itu mencatat informasi obat. Ada beberapa alasan mengapa obat dibentuk dalam tablet daripada cair:

      1. Keterbatasan Teknologi: Pada masa itu, teknologi pengawetan dan penyimpanan cairan tidak sebaik sekarang. Cairan obat mungkin lebih mudah rusak atau menguap. Dalam bentuk tablet, obat dapat lebih mudah disimpan dan diangkut tanpa risiko kehilangan.

      2. Kemudahan Transportasi: Tablet obat lebih mudah diangkut daripada cairan. Ini memungkinkan obat untuk dibawa oleh pedagang atau dokter tanpa masalah tumpahan atau pemborosan.

      3. Pengukuran yang Lebih Tepat: Tablet obat dapat dibuat dalam ukuran dan dosis yang lebih tepat, sehingga memudahkan pemberian dosis yang konsisten kepada pasien.

      4. Kemampuan Penyimpanan yang Lebih Lama: Tablet cenderung memiliki umur simpan yang lebih lama daripada cairan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk obat-obatan yang harus disimpan dalam jangka waktu yang lama.

      Dalam perkembangannya, teknologi farmasi dan pembuatan obat terus berkembang, dan obat-obatan sekarang tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk cairan. Pilihan bentuk obat dapat dipengaruhi oleh kebutuhan medis, kenyamanan pasien, dan perkembangan teknologi modern.

      Hapus
  3. Bagaimana manusia pertama kali memahami cara menggunakan tumbuhan dan bahan alami untuk mengobati penyakit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Pada masa itu mereka memanfaatkan hasil alam disekitar mereka karena hidup yang berpindah-pindah, pola hidup tidak menetap inilah yang membuat mereka bisa terkena berbagai penyakit. Penggunaan tumbuhan sebagai obat bisa dipelajari dan digunakan kepada hewan yang terserang penyakit juga. Jika penyakit yang diderita hewan tersebut hampir sama dengan penyakit yang diderita manusia serta hewan tersebut dapat sembuh, berarti tumbuhan itu memiliki daya untuk mengobati penyakit. Disamping itu, mereka juga percaya bahwa pengobatan dengan tumbuhan merupakan bantuan dari para roh.

      Hapus
    3. Karena pada ribuan tahun yang lalu,manusia melakukan penyembuhan penyakit dengan cara mantra-mantra, tetabuhan,atau sedikit lebih maju dengan menggunakan ramuan tumbuhan. Artinya pada zaman dahulu manusia sudah menggunakan tanaman sebagai pengobatan, tetapi dengan cara empirik atau pengalaman dari satu orang ke orang yang lainnya, tanpa ada penelitian untuk mengetahui zat aktif yang terkandung dalan tanaman yang mereka gunakan.

      Hapus
    4. Pada zaman manusia purba dimulai dengan belajar secara naluriah dari pengamatan burung dan binatang. Serta gejala alamiah lainnya seperti air dingin, daun, kotoran, atau lumpur yang dijadikan aplikasi menenangkan pertamanya.

      Dengan uji coba sederhana manusia purba mencoba untuk dirinya sendiri. Akhirnya pengetahuannya diterapkan untuk kepentingan orang lain. Meskipun metode manusia gua ini masih mentah, banyak obat-obatan saat ini muncul dari sumber yang sederhana dan mendasar layaknya penemuan oleh manusia purba.

      Hapus
    5. Dari literatur yang saya baca yaitu "National Library of Medicine" Awal mula penggunaan tanaman obat bersifat naluriah, seperti halnya hewan. Mengingat fakta bahwa pada saat itu tidak ada informasi yang cukup baik mengenai penyebab penyakit atau mengenai tanaman apa dan bagaimana cara kerjanya. Sehingga yang digunakan sebagai obat semuanya berdasarkan pengalaman, termasuk tumbuhan.

      Hapus

UTS SEMESTER 1

 Alya Okta Rahmadini NIM: G1E123064 1.  Jelaskan dengan memberikan sekurang-kurangnya tiga contoh perbedaan mendasar pendekatan pengobatan y...