Mengapa manusia yang dilahirkan dengan akal pikiran harus bisa menguasai kedelapan kecerdasan ini agar bisa di katakan sebagai "manusia sesungguhnya", sedangkan Tuhan telah memberikan akal pikiran sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya?
Mengapa manusia yang dilahirkan dengan akal pikiran harus bisa menguasai kedelapan kecerdasan ini agar bisa di katakan sebagai "manusia sesungguhnya", sedangkan Tuhan telah memberikan akal pikiran sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya?
BalasHapusBagaimana seorang manusia yang dilahirkan dengan keterbatasan pada fisiknya untuk mampu mengembangkan kedelapan kecerdasan tersebut dengan seimbang?
BalasHapusApakah kecerdasan memiliki batasan atau bersifat infinity?
BalasHapus